
Pernah denger idiom "sex, drugs, and rock and roll"? Menyeramkan ga? Tapi, apa iya, sampai sekarang dunia musik dan pelakunya masih gitu-gitu aja? Tanpa perubahan atau keinginan untuk mengubah menjadi lebih baik?
Eits, kalem bro... pernah denger sXe (straight edge)?
itu yg bkln gw tampilin. aliran ini, rock, hardcore, punk, tapi jauh dari yang namanya obat, rokok, minum, en sex bebas... keren ga??? Baca deh,artikelnya,. en jadilah musisi yg sehat!!!
Tepat Mei ini, di akhir warsa 60-an, Mick Jagger dan Keith Richards dari Rolling Stones sedang menghadapi persidangan gara-gara di rumah mereka ditemukan berbagai macam obat terlarang. Akhirnya duo rocker itu ditangkap polisi, walau akhirnya mereka dibebaskan, tapi masalah drugs selalu membayangi Rolling Stones.
The Beatles di era kejayaannya, konon sering memakai LSD sebagai media kreatif mereka buat nyiptain lagu. Konon, lagu "Help!" dari The Beatles adalah lagu pertama yang dibuat di bawah pengaruh LSD. Bukan rahasia juga, kalau beberapa musisi di negeri ini sempat terjebak narkoba, bahkan sampai ada yang tewas karenanya.
Dari situ muncullah idiom "sex, drugs, and rock and roll". Menyeramkan ya? Tapi, apa benar, sampai sekarang dunia musik dan pelakunya masih gitu-gitu aja? Tanpa perubahan atau keinginan untuk mengubah menjadi lebih baik?
Eits, jangan apatis dulu apalagi mikir kalau anak band bisanya seneng-seneng doang. Soalnya di tahun 80-an, pernah muncul sebuah gerakan yaitu straight edge (juga disebut sXe dan xXx).
Apa sih sebenernya straight edge itu? Yuk, kita bahas bareng-bareng.
Straight edge adalah sebuah gerakan yang menolak kegiatan seperti merokok, pemakaian obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, dan seks bebas. Mereka yang menganut paham ini, enggak pernah melakukan aktivitas seperti itu. Hmm, secara sederhana aja, kita bisa ngelihat kalau straight edge ini nguntungin kesehatan. Ya, kan?
Lalu, apa lagi sih yang bisa kita tarik dari gerakan ini? "Straight edge ini bisa dibilang sebagai sempalan dari filosofi positif anak-anak punk, perlawanan mereka terhadap hal yang tidak mereka sukai seperti kekerasan" ujar Dr. Selly Riawanti, dosen Antropologi Universitas Padjadjaran. So, kalau gitu straight edge bisa juga diartikan sebagai gaya hidup, komitmen pribadi, filosofi, sampai ke subkultur musik hardcore punk.
Ya, hardcore punk, musik yang identik dengan pogo! Bukan tanpa alasan kenapa aliran musik ini memegang peranan penting movement straight edge ini. Band Minor Threat (selengkapnya baca box --red.) adalah yang memelopori gerakan straight edge ini. Tahun 1981, sang vokalis Ian MacKaye merasa jenuh dengan gaya hidup brutal anak punk, yang akhirnya menjadikan stereotipe anak punk sebagai berandalan yang hobi menghancurkan diri sendiri. "Waktu itu kan scene punk identik dengan self destruction," ujar Noor Al-Kautsar a.k.a Ucay Rocket Rockers. "Ini adalah pemberontakan Ian MacKaye pas lihat banyak anak punk yang rusuh dan nge-drugs," tambah Roma Maleakhi, vokalis Sherasupersweet.
Ian MacKaye lantas menciptakan sebuah lagu berjudul Straight Edge. Sebuah lagu dengan lirik straight to the point. Simak, nih:
Bagian terakhir tadi diulang terus-terusan, sampai akhirnya beberapa orang yang merasakan hal yang sama menjadikan straight edge ini sebagai pemberontakan positif mereka dan sempat menjadi trend. "Sesuatu yang dilabelkan itu kan pasti akan dianggap lebih keren, anak muda kan lebih tertarik dengan sesuatu yang keren-keren, daripada denger orang ceramah. Ya, kan?" urai Ucay pada belia.
Tapi Ucay sendiri mengaku menjadi straight edge sejak 1998 bukan karena label keren or what so ever."Dulu di sekolah gua, banyak banget junkie dan temen-temen gua satu per satu meninggal. Waktu itu, gua mikir, kalau bukan gua yang melakukan perubahan, siapa lagi?" tambah Ucay.
Alasan lain diungkapkan oleh Roma yang bilang kalau dari dulu dia emang enggak suka dengan rokok apalagi minuman beralkohol. "Udah dari kelas 2 SMA sih, tapi waktu itu belum tahu banyak soal straight edge, jadi belum berani bilang kalau saya straight edge. Pas nongkrong di Riotic, saya dapet banyak info soal straight edge, baru saya berani bilang kalau saya adalah straight edge!" urainya panjang lebar. Roma juga menambahkan kalau pogo dan menikmati musik itu bisa kok dalam keadaan sadar. Setuju!
Lain lagi dengan Sar*, vokalis DEADMAYA, yang enggan mengakui bahwa dia adalah seorang straight edge. "Saya enggak suka memanggil diri saya seorang straight edge, karena banyak anak Jakarta yang ngaku-ngaku seperti itu tapi merokok dan minum juga," tegas pengagum Jonathan Davis ini (dikutip dari majalah Encore #3 --red.).
Efek jadi penganut straight edge kayak gimana sih? Well, Roma dan Ucay setuju kalau badan mereka jadi lebih sehat. "Paling setahun sekali sakitnya, itu pun hanya flu, hehehe. Pikiran juga lebih jernih," ucap Ucay.
By the way, gerakan straight edge identik juga dengan tanda X hitam di punggung tangan sebelah kiri dan kanan. Awalnya sih, tanda X ini dipakai sebagai tanda agar anak-anak punk yang masih di bawah umur biar enggak bisa beli minuman keras. Kalau ditelusuri, simbol ini diambil dari album The Teen Idles.
Ucay sendiri sering menggambar tanda X itu di tangannya saat manggung bersama bandnya. Penonton yang melihat pun memerhatikan dan mereka bertanya kepada Ucay. "Sebagian ada juga yang tertarik, yah sedikit edukasi lah soal straight edge," kata Ucay sembari bilang kalau ini adalah kampanye pribadi bukan atas nama Rocket Rockers.
Hmm, emang agak berat ya enggak merokok atau minum alkohol di lingkungan yang nampaknya identik dengan dua hal tadi? "Dulu waktu masih di Serang, mungkin saya sering ngerasa sendiri. Tapi, dasarnya emang enggak suka sih," kata Roma. Jangan salah, lho … toleransi di lingkungan kayak gini justru tinggi banget. Bukan sekali dua kali, Ucay dan Roma ditawari minum bir oleh band lain dan mereka menolak. Mereka kaget tapi habis itu minta maaf. Santai sih, ujar Roma. Anggota band lain yang kebetulan enggak menjalankan straight edge juga santai-santai aja tuh. Asyik, kan?
Intinya sih, Belia bisa mendapatkan respek dari siapa pun tanpa harus maksain diri merokok, minum minuman keras, nge-drugs juga free seks. Jelas-jelas semua kegiatan tadi, apalagi kalau rasa tanggung jawab masih kurang, bisa ngerugiin Belia. Respect bisa kalian dapatkan dengan menjadikan diri kalian yang terbaik. As simple as that.
Kalau misalnya, sampai hari ini masih ada yang ngomong Belia cupu kalau enggak merokok, minum minuman keras, nge-drugs apalagi free seks, duh (sorry nih) kayaknya lebih cupu orang yang punya pendapat tadi. Lagian rugi berat kalau di masa tua nanti, kita malah jatuh sakit akibat mencari respek dengan cara tadi. It’s a big no no. Cuekin aja. Gimana? Tertarik menjadi straight edge?! ***





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kasih komen yang membangun ya...